Nexxia Accounting

Blog > Tips usaha · 4 November 2026

Checklist Memilih Aplikasi Akuntansi untuk UMKM: 12 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Berlangganan

Daftar periksa praktis memilih aplikasi akuntansi online untuk usaha kecil dan menengah di Indonesia, dari faktur, stok, pajak Coretax, sampai keamanan data, harga, dan cara pindah dari Excel.

Checklist Memilih Aplikasi Akuntansi untuk UMKM: 12 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Berlangganan

Aplikasi akuntansi yang cocok untuk UMKM adalah yang bisa dipakai tim sehari-hari tanpa latar belakang akuntansi, tapi tetap menghasilkan laporan laba rugi, neraca, dan rekap pajak yang benar. Sebelum berlangganan, cek dua belas hal di bawah ini, dan manfaatkan masa uji coba untuk mencobanya dengan transaksi usaha Anda sendiri, bukan data contoh.

Kebutuhan harian

  1. Faktur penjualan dan pelunasan. Bisa membuat faktur dalam hitungan detik, mengirimnya ke pelanggan (misalnya lewat WhatsApp), dan melihat mana yang belum dibayar atau lewat jatuh tempo.
  2. Pembelian dan utang. Mencatat tagihan pemasok, tanggal jatuh tempo, dan pembayaran sebagian.
  3. Stok barang. Stok berkurang otomatis setiap ada penjualan, HPP dihitung sendiri (rata-rata atau FIFO), dan bisa memakai lebih dari satu gudang bila perlu.
  4. Kas dan bank. Mencatat pengeluaran harian, dan idealnya bisa mengimpor mutasi bank supaya rekonsiliasi tidak dikerjakan manual.
  5. Bisa dipakai dari HP. Pemilik usaha sering mengecek atau mencatat dari luar kantor, misalnya memotret nota belanja.

Pajak dan laporan

  1. PPN dan e-Faktur Coretax. Bagi PKP, faktur pajak keluaran harus bisa disiapkan untuk diunggah ke Coretax, dan rekap SPT Masa PPN tersedia setiap bulan.
  2. PPh 21 dan BPJS bila punya karyawan: perhitungan TER, iuran BPJS, dan bukti potong.
  3. Laporan keuangan otomatis: laba rugi, neraca, dan arus kas langsung dari transaksi, tanpa menyusun ulang di Excel.

Keamanan dan kepemilikan data

  1. Keamanan akun: login 2 langkah, hak akses per pengguna (kasir tidak perlu melihat laporan laba), dan riwayat siapa mengubah apa.
  2. Backup dan ekspor. Data usaha adalah milik Anda. Pastikan ada backup rutin, dan laporan bisa diekspor ke Excel atau PDF kapan saja.

Harga dan peralihan

  1. Harga yang jelas: biaya per bulan atau per tahun, apa yang termasuk, dan apakah ada biaya tambahan per pengguna atau per gudang.
  2. Pindah dari Excel atau aplikasi lama: impor daftar akun, saldo awal, pelanggan, pemasok, dan barang dari Excel, supaya tidak mengetik ulang ratusan baris.

Cara memanfaatkan masa uji coba

  • Masukkan transaksi nyata satu minggu terakhir, lalu bandingkan laporannya dengan catatan Anda.
  • Minta staf yang akan memakainya mencoba membuat faktur dan mencatat pengeluaran. Kalau mereka bingung, aplikasi itu akan jarang dipakai.
  • Coba impor mutasi bank dan ekspor laporan ke Excel atau PDF.
  • Tanyakan sesuatu ke tim dukungan dan lihat seberapa cepat serta jelas jawabannya.

Di Nexxia

Nexxia Accounting dibuat untuk usaha Indonesia: faktur yang dikirim lewat WhatsApp, stok multi gudang, e-Faktur Coretax dan SPT Masa PPN, penggajian dengan PPh 21 TER dan BPJS, laporan keuangan otomatis, aplikasi HP dengan foto nota, serta kasir Nexxia POS yang tetap jalan saat internet putus. Data tiap usaha terpisah, tersedia login 2 langkah dan hak akses per pengguna, dan backup harian diuji setiap minggu.

Setiap data usaha baru bisa dicoba gratis dengan semua fitur. Lihat fitur lengkap atau cara keamanan data dijaga.