Blog > Akuntansi · 4 November 2026
Cara Rekonsiliasi Bank dari File Mutasi Internet Banking, Lengkap dengan Contoh Selisih
Langkah rekonsiliasi bank untuk usaha kecil memakai file mutasi BCA, Mandiri, BRI, atau BNI, cara membaca selisih, penyebab yang paling sering, dan cara mencatat biaya admin atau transfer yang belum ada di buku.
Rekonsiliasi bank adalah mencocokkan catatan kas bank di pembukuan Anda dengan mutasi dari bank, sampai saldo keduanya sama pada satu tanggal. Caranya: ambil file mutasi dari internet banking, cocokkan setiap baris dengan transaksi di buku, lalu catat yang belum ada (biasanya biaya admin, bunga, atau transfer masuk yang lupa dicatat). Kalau masih ada selisih, berarti ada transaksi yang hilang, dobel, atau salah nominal.
Kapan rekonsiliasi dilakukan?
Paling aman setiap akhir bulan, sebelum laporan keuangan bulan itu dibuat. Usaha yang transaksinya ramai, misalnya toko dengan ratusan pembayaran QRIS per bulan, lebih baik melakukannya setiap minggu supaya selisih tidak menumpuk dan masih gampang dilacak.
Langkah rekonsiliasi bank
- Unduh mutasi dari internet banking untuk satu periode, misalnya 1–31 Oktober. Pilih format CSV atau Excel bila tersedia.
- Catat saldo akhir bank pada tanggal terakhir periode itu. Saldo ini bisa dilihat di e-statement atau rekening koran, atau dihitung dari saldo awal di file ditambah total masuk dikurangi total keluar.
- Cocokkan setiap mutasi dengan transaksi di buku: penerimaan pelanggan, pembayaran pemasok, gaji, dan sebagainya. Nominal yang sama dengan tanggal berdekatan (selisih 1–3 hari) biasanya pasangan yang sama, karena transfer antarbank kadang baru masuk keesokan harinya.
- Catat yang belum ada di buku: biaya admin bulanan, biaya transfer, bunga, pajak bunga, dan transfer masuk yang belum dibuatkan pencatatan.
- Bandingkan saldo. Saldo buku setelah semua pencocokan harus sama dengan saldo akhir bank. Selisih nol berarti rekonsiliasi selesai.
Contoh: toko bunga, bulan Oktober
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Saldo akhir menurut bank, 31 Okt | 24.380.000 |
| Saldo kas bank menurut buku, 31 Okt | 24.465.500 |
| Selisih | −85.500 |
Setelah dicocokkan, ada tiga mutasi bank yang belum dicatat di buku:
| Mutasi bank | Jumlah (Rp) | Dicatat sebagai |
|---|---|---|
| Biaya administrasi bulanan | −15.000 | Beban administrasi bank |
| Biaya transfer ke pemasok (3×) | −19.500 | Beban administrasi bank |
| Pembayaran listrik autodebet | −51.000 | Beban listrik |
| Total | −85.500 |
Setelah ketiganya dicatat, saldo buku menjadi Rp24.380.000, sama dengan bank. Rekonsiliasi Oktober selesai.
Penyebab selisih yang paling sering
- Biaya bank dan autodebet belum dicatat, karena tidak ada nota fisiknya.
- Transaksi tercatat dua kali, misalnya pelunasan yang diinput dari faktur lalu dicatat lagi sebagai penerimaan kas.
- Salah nominal: Rp1.250.000 tertulis Rp1.520.000. Selisih yang habis dibagi 9 (di sini 270.000 ÷ 9 = 30.000) sering menandakan dua angka tertukar.
- Beda tanggal: transfer tanggal 31 baru masuk bank tanggal 1, sehingga tercatat di bulan yang berbeda.
- Saldo awal salah saat pertama kali memakai aplikasi. Kalau selisihnya sama persis setiap bulan, periksa saldo awal rekening.
Tips supaya rekonsiliasi cepat
- Pakai satu rekening khusus usaha, jangan dicampur dengan keperluan pribadi.
- Tulis keterangan yang jelas di setiap transfer, misalnya nomor faktur.
- Simpan file mutasi per bulan, jangan sekaligus setahun, supaya selisih mudah dicari bulannya.
- Buat aturan untuk mutasi yang berulang, misalnya biaya admin selalu masuk ke akun beban administrasi bank.
Di Nexxia
- Impor mutasi bank dari file CSV atau Excel internet banking. Kolom tanggal, keterangan, debet, kredit, dan saldo dikenali otomatis, termasuk format penanda DB/CR.
- Mutasi dicocokkan otomatis dengan transaksi di buku. Tanggal yang berbeda satu sampai beberapa hari tetap dikenali.
- Saldo akhir dihitung dari file bila file berisi baris saldo awal, jadi Anda tidak perlu mencarinya manual.
- Mutasi yang belum tercatat bisa dicentang lalu dicatat sekaligus. Kalau file Anda punya kolom kategori (misalnya dari pembukuan Excel lama), setiap kategori cukup dipetakan sekali ke akun.
- Impor ulang file yang sama tidak membuat data dobel.
Rujukan
- PSAK 201 (dahulu PSAK 1) tentang Penyajian Laporan Keuangan: kas dan setara kas disajikan sesuai saldo yang dapat dibuktikan.
- Panduan Nexxia: Kas & bank, rekonsiliasi, dan rekening koran.